Kebohongan Denada Soal Nafkah Dibongkar, Ressa Ternyata Putus Sekolah dan Mobil Ditarik Leasing

 


 Klaim pihak Denada yang mengaku masih memberikan nafkah kepada Ressa Rizky Rossano hingga Januari 2024 dibantah keras oleh tim kuasa hukum Ressa

Kuasa hukum menyebut pernyataan tersebut hanyalah upaya pembelaan diri yang tidak sesuai dengan fakta pahit yang dialami Ressa selama 24 tahun terakhir.

Ronal Armada selaku juru bicara tim hukum memberikan respons menohok terkait bukti transfer yang diklaim pihak lawan. Dia mempertanyakan keberadaan tanggung jawab Denada di masa lalu.

"Sekarang kalau dia (Denada) merasa sudah mentransfer tahun Januari 2024, terus kewajiban you yang 23 tahun ke mana? Seumpamanya itu ada, mungkin ya dua, tiga kali dia transfer. Itu pun bukan nafkah kok," kata Ronal Armada saat ditemui di kawasan Mampang, Jakarta Selatan pada Sabtu, 31 Januari 2026

Menurut Ronal, pengakuan soal nafkah tersebut sangat kontradiktif dengan kenyataan hidup Ressa.  

Dia membeberkan bahwa kliennya harus menelan pil pahit karena gagal menyelesaikan pendidikan dan terlilit masalah ekonomi akibat janji-janji yang tidak ditepati.

"Dia sekolah saja putus, tidak dibiayai. Mobil saja tidak dia cicil pembayarannya, sehingga Ressa terdepak dengan leasing. Itu kan cikal bakal persoalan ini," ungkap Ronal.

Akibat ditariknya mobil tersebut, Ressa yang semula diharapkan bisa bekerja sebagai sopir taxi online atau menyewakan kendaraan untuk menyambung hidup, justru kehilangan mata pencahariannya. 

Hal ini pula yang membantah tudingan pihak Denada bahwa Ressa melakukan eksploitasi terhadap ibunya.

 

Menambahkan argumen rekannya, Andika Meigista menilai narasi eksploitasi yang dibangun pihak Denada sangat tidak masuk akal secara hukum mengingat usia kliennya yang sudah dewasa. 

"Eksploitasi anak itu berarti ada subjek yang dilindungi sama Undang-Undang Perlindungan Anak. Ressa ini sudah dewasa! Jadi kapan dan dalam bagian apa ada eksploitasi anak? Jangan sampai pengakuan itu hanya sebagai mekanisme defense terhadap gugatan kita," beber Andika Meigista.

Andika juga menekankan bahwa selama puluhan tahun, Ressa tidak mendapatkan pengakuan yang layak, baik secara batin maupun hukum. 

Hal ini dibuktikan dengan akta kelahiran yang tidak mencantumkan nama Denada serta panggilan "Mbak" yang digunakan Ressa untuk menyapa ibu kandungnya sendiri.

Di sisi lain, Ressa Rossano mengaku merasa sedih karena di tengah perjuangannya menuntut hak, dia justru disudutkan oleh rekan-rekan artis Denada, termasuk Iis Dahlia, dengan isu boikot televisi. 

Ressa menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menginginkan karier ibunya hancur.

"Ressa kan enggak meminta seperti ini dan bukan Ressa yang minta di-boikot," tutur pemuda 24 tahun tersebut.

Menutup wawancara, tim hukum menantang Denada untuk berhenti bersembunyi di balik pernyataan pengacara atau pembelaan rekan sejawat. 

"Kalau you merasa benar, kenapa sampai sekarang kok masih sembunyi? Ayo kita berbicara muka per muka, kita formulasikan gimana solusinya," pungkas Ronal Armada. https://www.suara.com/entertainment/2026/02/02/115114/kebohongan-denada-soal-nafkah-dibongkar-ressa-ternyata-putus-sekolah-dan-mobil-ditarik-leasing?page=all

Lebih baru Lebih lama