Kematian selebgram muda, Lula Lahfah (26), di sebuah apartemen belakangan ini memicu gelombang spekulasi di jagat maya.
Salah satu isu yang paling santer berhembus adalah dugaan overdosis obat.
Namun, teka-teki tersebut mulai terurai setelah pihak kepolisian memberikan klarifikasi resmi berdasarkan hasil penyelidikan terbaru.
Menepis Rumor Overdosis
Polda Metro Jaya secara tegas membantah narasi yang menyebutkan bahwa Lula meninggal dunia akibat dosis obat yang berlebihan.
Hal ini disampaikan langsung oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, dalam sebuah pertemuan dengan awak media.
"Iya, dugaan overdosis itu salah," ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, usai konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Jumat (30/1/2026).
Berdasarkan pemeriksaan visum luar, indikasi medis yang ditemukan pada jenazah korban menunjukkan adanya kondisi henti napas.
Namun, ada satu hambatan besar dalam memastikan penyebab utama peristiwa tragis ini, pihak keluarga memutuskan untuk tidak melakukan prosedur autopsi.
“Kami tidak bisa menjawab akibat apa kematiannya. Kami tidak bisa menyimpulkan karena tidak dilakukan otopsi. Kita tidak boleh menyimpulkan bahwa akibat kematian itu adalah barang-barang lain karena tidak dilakukan otopsi,” ucap Budi.
Temuan di Lokasi Kejadian: Dari Obat-obatan Hingga Gas N2O
Meski penyebab pasti kematian belum bisa disimpulkan secara medis karena absennya autopsi, olah TKP di apartemen korban menyisakan sejumlah barang bukti yang mencolok.
Polisi mengamankan 44 butir tablet obat-obatan, perangkat vape beserta cairannya, serta sebuah tabung gas Whip Pink dalam keadaan kosong.
Kaur Toksikologi Puslabfor Bareskrim Polri, Kombes Irfan Rofik, merinci bahwa puluhan obat tersebut mengandung berbagai zat aktif seperti Citalopram, Dietilpropion, Sulpirid, hingga Klozapin.
Di sisi lain, penyelidikan terhadap tabung pink yang sempat viral di media sosial pun membuahkan hasil.
Meskipun tabung ditemukan kosong, polisi menggunakan metode pembanding dengan produk yang identik. Hasilnya, tabung tersebut terkonfirmasi berisi gas Nitrous Oxide (N2O).
“Untuk tabung berwarna pink, waktu kami pemeriksaan keadaan kosong. Tapi dari penyidik dikasih dengan merek yang sama dari produksi yang sama, kami periksa tabung gas tersebut untuk sebagai pembanding, ada mengandung Nitrous Oxide (N2O),” kata Azhar Darlan, Kaur Subbid Toksikologi Puslabfor Bareskrim Polri.
Fokus Penyelidikan pada Jejak DNA dan Tabung Pink
Tabung gas berwarna pink itu kini menjadi pusat perhatian.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Mohamad Iskandarsyah, mengakui bahwa benda tersebut telah memicu polemik di tengah masyarakat.
“Tabung pink ini yang menjadi polemik di masyarakat, banyak yang bertanya apa sebenarnya isi di dalamnya. Untuk itu kami serahkan pemeriksaannya kepada Puslabfor,” ujar Iskandarsyah.
Selain benda-benda tersebut, tim penyidik juga memeriksa material biologis yang ditemukan di lokasi, termasuk bercak darah pada sprei, tisu, dan kapas.
Hasil uji DNA memastikan bahwa seluruh jejak tersebut identik dengan profil milik Lula Lahfah.
“Hasil pemeriksaan menunjukkan bercak darah pada spray, kapas, dan tisu, serta DNA sentuhan yang ditemukan, seluruhnya identik dengan profil saudari LL,” pungkas Azhar.
Hasil Uji Toksikologi Negatif Zat Berbahaya
Dalam proses analisis mendalam terhadap 16 item barang bukti, Puslabfor juga mencari keberadaan zat-zat berbahaya lainnya.
Kabar baiknya, hasil uji laboratorium menunjukkan tidak adanya kandungan racun mematikan seperti sianida, arsen, pestisida, maupun alkohol dalam sampel yang diperiksa.
Meskipun tabung pembanding mengonfirmasi penggunaan gas nitrous oxide, pihak kepolisian tetap mengimbau masyarakat agar tidak mengambil kesimpulan sendiri secara liar.
Hingga saat ini, proses hukum masih terus berjalan untuk menyatukan potongan-potongan peristiwa sebelum mendiang ditemukan tidak bernyawa. https://trends.tribunnews.com/infotainment/110730/polisi-buka-suara-terkait-penyebab-kematian-lula-lahfah-dugaan-overdosis-itu-salah?page=all
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/Perbedaan-lokasi-kematian-dan-terbitnya-surat-kematian-influencer-Lula-Lahfah.jpg)