Perjuangan Diam-Diam Melawan Kanker
Di tengah perjuangannya melawan kanker payudara, komedian legendaris Mpok Alpa (Nina Carolina) memilih menyembunyikan kondisinya. Ia konsisten menggunakan wig, bulu mata palsu, dan kuteks untuk tampil prima di depan publik. Bahkan saat kondisinya kritis di rumah sakit, ia tetap berusaha menjaga penampilan.
Malam Penuh Makna Bersama Iis Dahlia
Saat detik-detik terakhirnya di RS Dharmais, Jakarta Barat (15/8/2025), penyanyi Iis Dahlia menjadi saksi sekaligus pelaku momen paling mengharukan. "Di malam Jumat itu, saya melepas semua aksesorisnya: wig, bulu mata, hingga kuteks. Saat meninggal, beliau sudah bersih," ungkap Iis saat ditemui di Tendean (18/8/2025). Ia menjelaskan, Mpok Alpa saat itu sudah kesulitan bicara dan sesak napas, namun tetap ingin tampil sempurna.
Perjalanan Pengobatan Penuh Rintangan
Iis Dahlia ternyata sosok kunci dalam perawatan Mpok Alpa. Sejak awal, ia mengetahui kondisi kanker sang komedian dan kerap menemani berobat. "Dia tak mau orang lain tahu. Berjanji baru akan umumkan setelah sembuh," tegas Iis. Sayangnya, perjalanan medis ke Malaysia kerap terkendala. Kunjungan pertama ke rumah sakit pemerintah di Penang gagal karena antrean panjang. "Saya marah waktu tahu. Padahal saya paham rumah sakit spesialis kanker di sana," ujarnya.
Harapan Palsu Sebelum Berpulang
Sebulan terakhir, kondisi Mpok Alpa sempat memberi angin harapan. "Batuknya berkurang, demam turun, dan dia ingin pulang ke anak-anak," kenang Iis. Usai beberapa minggu di rumah, ia pingsan dan dilarikan ke RS Dharmais. Padahal rencana operasi pengangkatan tumor di Malaysia sudah disiapkan. "Saya tenangkan dia bahwa operasi tak mungkin dilakukan dalam kondisi lemah," tambah Iis.
Duka Anak Kembar yang Merasakan Kehilangan
Pasca kepergian ibunda tercinta, bayi kembar Mpok Alpa—Raffi Ahmad Darmadina dan Raffa Ahmad Darmadina (lahir 7 Oktober 2024)—menunjukkan kesedihan mendalam. Menurut sang ayah, Aji Darmaji, mereka terus rewel sepanjang hari. "Saat ditempeli baju almarhumah, mereka langsung tenang," kisah Aji (17/8/2025). Sayangnya, keduanya sempat dirawat karena diare, menambah kesedihan keluarga.
Warisan Keberanian Seorang Pejuang
Mpok Alpa meninggalkan teladan tentang keteguhan hati. Saat hamil anak kembar, ia memprioritaskan keselamatan bayi meski kanker menggerogotinya. Keputusan Iis Dahlia melepas "topeng"nya di akhir hayat pun menjadi simbol keikhlasan: bahwa kepergiannya terjadi dalam kejujuran, tanpa topeng maupun aksesori. Sebuah pesan tersirat tentang menerima akhir dengan damai.
